Selama ini bapak BTP memimpin Jakarta dengan baik, namun tidak serta-merta yang lain pun pasti tidak mampu. Selalu saja slogan "Lebih baik kafir tapi gak korupsi" dielu-elukan oleh teman Ahok. Ini sih sama aja mengecap calon yang laen pasti akan korupsi, menuduh.
Ayo bandingkan dengan bapak Ridwan Kamil dan ibu Tri Risma. Bersama Ahok, tiga pemimpin ini tengah jadi idola. Dipuja-puja oleh warga daerahnya dan juga warga dunia. Ketiganya menorehkan sederetan prestasi dan menyandang predikat bersih. Integritas dan teladan pun dapat dengan mudah kita lihat dari ketiganya. Kapabilitas dan karisma gak usah ditanya. Mereka berhasil menata dan mendidik pegawainya untuk memiliki pola-pikir melayani masyarakat dan menjauh dari KKN, pola-pikir yang sama dengan pemimpinnya.
Namun selain dari tiga pemimpin daerah tadi, masih banyak kok pemimpin yang kinerjanya bagus, memimpin dengan bersih dan elegan. Sayangnya kinerja mereka, terutama pemimpin daerah di luar Jawa jarang tersorot media. Ada juga beberapa pemimpin daerah yang kebetulan muslim dan bahkan ada yang berhijab tersangkut kasus korupsi. Tapi coba lakukan kalkulasi secara statistik, berapa persen pemimpin muslim yang terjerat korupsi. Insya Allah di lain kesempatan, penulis akan paparkan hasil survey kecil-kecilan setelah dapatkan presentase tadi.
Tapi jangan kaget ya, jika angka statistik menunjukkan bahwa pemimpin NON muslim yang korupsi ternyata presentasenya lebih besar dari persentase pemimpin muslim yang korupsi. Kita perlu data real untuk membuktikan logika bahwa "Lebih baik kafir tapi gak korupsi" itu benar atau tidak, silahkan bagi siapa saja (baik teman Ahok, atau bukan) jika sudah punya datanya dapat menghubungi penulis.
Ayo bandingkan dengan bapak Ridwan Kamil dan ibu Tri Risma. Bersama Ahok, tiga pemimpin ini tengah jadi idola. Dipuja-puja oleh warga daerahnya dan juga warga dunia. Ketiganya menorehkan sederetan prestasi dan menyandang predikat bersih. Integritas dan teladan pun dapat dengan mudah kita lihat dari ketiganya. Kapabilitas dan karisma gak usah ditanya. Mereka berhasil menata dan mendidik pegawainya untuk memiliki pola-pikir melayani masyarakat dan menjauh dari KKN, pola-pikir yang sama dengan pemimpinnya.
Namun selain dari tiga pemimpin daerah tadi, masih banyak kok pemimpin yang kinerjanya bagus, memimpin dengan bersih dan elegan. Sayangnya kinerja mereka, terutama pemimpin daerah di luar Jawa jarang tersorot media. Ada juga beberapa pemimpin daerah yang kebetulan muslim dan bahkan ada yang berhijab tersangkut kasus korupsi. Tapi coba lakukan kalkulasi secara statistik, berapa persen pemimpin muslim yang terjerat korupsi. Insya Allah di lain kesempatan, penulis akan paparkan hasil survey kecil-kecilan setelah dapatkan presentase tadi.
Tapi jangan kaget ya, jika angka statistik menunjukkan bahwa pemimpin NON muslim yang korupsi ternyata presentasenya lebih besar dari persentase pemimpin muslim yang korupsi. Kita perlu data real untuk membuktikan logika bahwa "Lebih baik kafir tapi gak korupsi" itu benar atau tidak, silahkan bagi siapa saja (baik teman Ahok, atau bukan) jika sudah punya datanya dapat menghubungi penulis.
